Sabtu, 02 Agustus 2014

Nats : 1 Samuel 13 : 1-22 BELAJAR TAAT  

Sebagaimana nats alkitab yang baru kita baca dan tema dari almanak hari ini yaitu “belajar taat”, terdapat sebuah kata yang menarik untuk menjadi renungan kita pada hari ini yaitu “taat”. Secara universal atau umum, kata taat itu mengandung pengertian yaitu tunduk atau patuh terhadap suatu peraturan, atau perintah, ataupun ketentuan yang ada, dan mau untuk melakukannya. Ketaatan terhadap suatu peraturan ataupun perintah akan memberikan suatu hasil yang positif, sedangkan ketidak taatan akan mendapatkan hasil yang negatif berupa suatu sanksi ataupun hukuman. Melanggar aturan atau perintah yang berlaku adalah suatu bentuk ketidak taatan yang akan menghasilkan suatu hukuman. Contoh sederhananya adalah seorang pekerja yang tidak masuk kerja tanpa izin akan menerima hukuman berupa surat peringatan dan pengurangan gaji, dan malah dapat di PHK apabila tidak masuk kerja selama beberapa hari berturut2. Atau kalau seorang murid sekolah terlambat masuk sekolah, mungkin akan mendapat hukuman tidak diizinkan masuk sekolah atau diberikan sanksi disiplin lainnya.  Tetapi kalau seorang jemaat sering tidak bergereja, sampai sekarang ini belum ada hukumannya, tapi yang pasti hukumannya dari Tuhan.   Demikian juga dengan nats yang baru kita baca tadi, adalah tentang ketidak taatan Saul, yang menceritakan bahwa ketika Saul menjadi Raja Israel, ia memimpin bangsa Israel untuk berperang melawan bangsa Filistin di Gilgal, tetapi pada waktu itu bangsa israel sangat ketakutan melihat pasukan bangsa Filistin yang telah berkumpul untuk berperang yang sangat banyak jumlahnya yaitu tiga ribu kereta, enam ribu pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut, sedangkan pasukan bangsa Israel hanya berjumlah tiga ribu orang.  Karena kalah jumlah, sebagian orang Israel lari dan bersembunyi dan sebagian lagi merasa ketakutan dan berserak2 meninggalkan Saul. Sebagai Raja Israel yang melihat kondisi rakyatnya sudah panik, ketakutan dan lari bersembunyi meninggalkannya, selain itu juga khawatir bangsa Filistin akan segera menyerang, sedangkan Nabi Samuel belum juga datang, Saul lalu mengambil kebijaksanaan untuk memohon keselamatan dari Tuhan untuk mempersembahkan korban bakaran. Perlu kita ketahui bahwa sebelumnya Nabi Samuel telah menyatakan hal ini kepada Saul, (dapat kita lihat dalam 1 Samuel 10 ayat 8 : “Engkau harus pergi meninggalkan aku dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamua apa yang harus kamu lakukan”. Tetapi Saul tidak sabar untuk menunggu kedatangan Nabi Samuel sehingga Ia mengambil alih tugas Nabi Samuel untuk mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, walaupun ia tahu bahwa tindakan yang dilakukannya adalah pelanggaran firman Tuhan. Ketidak taatan Saul ini  membuat Nabi Samuel marah dan berkata kepada Saul sebagaimana tertulis dalam  (1 Samuel 13 : 13-14). Tadinya Tuhan akan mengokohkan kerajaan Saul atas orang Israel untuk selama2nya, tetapi karena ketidak taatan Saul, Tuhan menghukumnya dengan membuat kerajaannya menjadi tidak tetap dan Tuhan akan memilih seseorang untuk menggantikan Saul. Ada beberapa alasan penyebab ketidak taatan Saul yang dijadikannya sebagai dalih kepada Samuel : 1. Kondisi terdesak oleh karena pasukan Filistin sudah menyerang, sehingga rakyatnya ketakutan dan mulai berserak2. 2. Tidak Sabar, menunggu kedatangan Nabi Samuel sehingga dia meragukan perkataan Nabi Samuel yang merupakan firman Allah   Tidak jarang Alasan2 yang dipergunakan Saul tersebut kita gunakan dalam kehidupan sebagai alasan Ketidak taatan kita kepada terhadap firman Tuhan. Seperti misalnya : -kondisi terdesak masalah ekonomi, yang membuat kita harus mencari nafkah habis2an, sampai2 tidak ada waktu untuk beribadah kepada Tuhan sering kita gunakan sebagai alasan ketidak taatan kita pada firman Tuhan. -tidak sabar untuk menunggu pertolongan dan jawaban dari Tuhan atas suatu pergumulan kita baik itu suatu permasalahan ataupun penyakit yang diderita, sehingga kita mungkin mencari penyesaian atau jalan keluar sendiri atau bahkan mengandalkan kuasa gelap untuk menyelesaikannya. Dan masih banyak lagi contoh2 tentang alasan2 ketidak taatan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami sendiri dalam kehidupan masing2. Sebenarnya kita tahu bahwa yang kita lakukan adalah bertentangan dengan firman Tuhan tetapi karena alasan kondisi terdesak dan tidak sabar, membuat kita melegalkan semua cara yang tidak disukai oleh Tuhan. Dan disaat kita kehilangan kendali, kita akan mulai berkompromi dengan dosa.   Firman Tuhan yang baru kita baca mengingatkan kita semua termasuk saya, supaya kita belajar untuk taat setiap waktu dalam segala hal, tanpa mencari2 alasan yang membuat kita merasa wajar untuk melanggar firman Tuhan, dan hendaknya kita selalu waspada sebab Iblis selalu berusaha untuk membuat kita tidak taat pada firman Tuhan.  Belajar taat merupakan alasan bagi orang percaya untuk senantiasa kuat di dalam kesabaran untuk menantikan pertolongan Tuhan ketika menghadapi situasi sulit dalam hidup.          Amen.      

5 komentar:

  1. amin. semoga dapat belajar dari kisah saul

    BalasHapus
  2. Amin Tuhan Memberkati smg tambah byk org di menangkan lwt Firman yg diberitakan

    BalasHapus
  3. Easy "water hack" burns 2 lbs OVERNIGHT

    More than 160k women and men are using a easy and SECRET "liquids hack" to burn 2lbs every night in their sleep.

    It is scientific and it works all the time.

    Here's how to do it yourself:

    1) Take a glass and fill it up half full

    2) Then learn this proven hack

    you'll be 2lbs lighter the next day!

    BalasHapus