Pendahuluan Ketika saya membaca thema ini, maka muncullah pertanyaan dalam hati saya: mengapa percaya itu dikatakan indah? Apa sih keindahannya jika percaya? Saya yakin Bapak, ibu sekalian juga sedikit banyak pasti bertanya dalam hatinya seperti pertanyaan saya tersebut.. Semua orang pasti suka keindahan, sebab indah itu menurut saya masih berbeda dan masih lebih baik dari pada cantik. Sesuatu dikatakan indah jika ia terlihat cantik,anggun,menarik,dan tidak membosankan bila kita terus melihatnya. Yang pasti sesuatu itu disebut indah jika ia punya keunikan tersendiri. Nah, sekarang kita akan melihat dimana letak indahnya cerita Firman Tuhan yang kita baca hari ini. Percaya yang seperti apakah yang indah itu.? Cantik saja belum tentu indah, sebab ada yang cantik tapi membosankan. Indah memiliki pesona tersendiri dan itu jugalah mungkin sehingga ada beberapa orang tua yang sengaja membuat nama anaknya dengan sebutan “indah”, ternyata indah itu sempurna. Lalu mengapa thema kita hari ini berkata: “percaya itu indah”, dimana sih keindahannya..Dimana keindahan Firman Tuhan yang kita baca ini??itulah yang akan kita dengar lewat Firman Tuhan hari ini. Tafsiran Potongan nas Firman Tuhan ini sebenarnya harus dibaca dari ayat 1- 42, sebab jika kita hanya membaca ayat 25-30 akan sangat sulit untuk memahaminya. Dalam cerita Lukas pasal 4 ini, Lukas mengangkat bahwa dalam pelayanan yang dilakukan Yesus, ia pernah berbicara dengan guru Yahudi yang bernama Nikodemus (pasal 3) dan ia juga pernah berbincang dengan perempuan Samaria. Bagian yang kita baca hari ini adalah potongan percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria di sumur Yakub. Saudara disinilah kita melihat keindahan-keindahan dari narasi ini ; 1. Dalam adat Yahudi seorang laki-laki Yahudi biasanya tidak mau berbicara dengan seorang perempuan,apalagi itu adalah seorang perempuan samaria. 2. Ada ketidakcocokan antara orang Yahudi dengan samaria dalam hal keagamaan dimana orang Yahudi menyembah Tuhan dibait Allah(Yerusalem) sedangkan orang samaria menyembah Tuhan di Gunung Gerizim 3. Orang Yahudi merasa diri merekalah keturunan Israel dan diluar mereka tidak ada anak Allah. Merekalah yang memiliki Tuhan Allah itulah sebabnya Nikodemus tidak mengerti arti lahir kembali yang dimaksud oleh Yesus dalam percakapan mereka (pasal 3;3) 4. Ada satu dosa yang memalukan bagi bangsa Yahudi, yaitu perzinahan. Dalam cerita ini seolah-olah Yesus tidak tahu bahwa perempuan Samaria ini adalah seorang perempuan yang tidak benar padahal ia sudah punya 5 suami yang tidak jelas statusnya dan Yesus terlibat percakapan yang serius dengannya. Jadi mengapa semua ini bisa dilakukan oleh Yesus, sehingga seolah-olah ia melanggar adat Yahudi? Bapak/ibu,sdr/i, sebenarnya ada percakapan yang sangat alot antara Yesus sengan perempuan samaria itu, ketika Yesus melintasi daerah Samaria itu menuju Galilea. Perempuan itu hendak mengambil air di sumur dan Yesus sedang keletihan dan meminta air yang ditimba perempuan itu. Cerita mereka kemudian berlanjut sebab Yesus mengatakan bahwa padanya ada air hidup yang jika orang mengambilnya maka mereka tidak akan haus lagi. Ungkapan air hidup ini sangat menarik hati perempuan itu dan ia ingin memintanya agar jangan susah-susah lagi mengambil air dari sumur Yakub itu. Ayat 25-26: Dua ayat ini menceritakan bahwa perempuan itu ternyata juga percaya akan Mesias dan sedang menantikannya. Ia memang tahu bahwa ia adalah orang berdosa tapi ada kerinduan untuk menyembah Allah dalam Roh dan kebenaran. Dan karena perempuan ini sudah membuka hatinya, maka Yesus dengan lembut menjelaskan bahwa Ia adalah Mesias itu. Pengakuan Yesus (ayat 26); “Akulah Dia” sebenarnya berarti “Akulah Allah”. Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Mesias dan Dia adalah Allah. Ayat 27: Pada ayat ini diceritakan bahwa para murid Yesus datang dan menjumpai Yesus sedang bercerita dengan perempuan samaria itu. Ketika mereka melihat bahwa gurunya sedang berbicara dengan perempuan samariaitu, mereka heran tetapi tidak berani untuk bertanya, Tidak diterangkan oleh Yohanes alasan mereka tidak bertanya kepada Tuhan atau kepada perempuan itu. Sampai perempuan itu pergi meninggalkan mereka, para murid itupun tidak ada yang bertanya. Ayat28-30: Karena perempuan itu sudah berbicara dengan Yesus, Ia pun merasa sudah sangat lega karena menemukan air hidupny. Kini dengan penuh semangat ia pergi meninggalkan Yesus dan juga tidak perduli lagi dengan tempayannya. Air jasmani kini ditinggalkan karena ia sudah menemukan air hidup, sehingga dengan semangat ia pulang. Jikalau tadi ia datang dengan sembunyi-sembunyi dan menghindari orang sehingga ia pergi kesumur jam 12 siang, kini ia pulang dengan terang-terangan bahkan ia menjumpai orang untuk diajak menerima air hidup itu yaitu Firman Tuhan. Ia tidak peduli lagi dengan statusnya di desa sekitar itu sebagi perempuan yang bersuami lima, kini ia tanpa malu memanggil dan mengajak orang banyak untuk menjumpai Yesus.. Jika selama ini orang banyak menganggap dia sebagai orang berdosa yang harus dihindari, kini karena mereka sama-sama percaya, mereka tidak perduli dengan status social mereka. Mereka kini bersama-sama tanpa memandang status social mereka menjumpai Yesus. Inilah yang disebut percaya itu indah. Jika selama ini orang Yahudi hanya bermusuhan dan saling mencurigai dengan orang Samaria, kini mereka dipersatukan. Tembok pemisah itu kini hancur karena kepercayaan mereka akan Mesias yaitu Yesus Kristus Tuhan. Percaya itu indah bahkan sangat indah saat kita percaya kepada Tuhan tak ada lagi permusuhan diantara kita, tidak ada lagi orang yahudi, orang Yunani atau orang Batak, dan lain-lain. Yang ada adalah persekutuan yang indah dalam kristus Yesus .Karena itu saudara-saudara, sebagai orang yang percaya kepada Kristus marilah kita menikmatinya dalam kasih Kristus, Buanglah segala dendam yang masih tersimpan atau perasaan-perasaan superior atau inferior sebab kita satu dalam Kristus. Seperti yang dikatakan pemazmur dalam Maz 133:1-3, sungguh alangkah baik dan indahnya jika kita hidup bersama dengan rukun dan seterusnya…selamat hidup rukun..Tuhan Yesus memberkati
Sabtu, 02 Agustus 2014
Khotbah Minggu, 23 Maret 2014 Nas : Lukas 4:25-30 Thema : Percaya Itu Indah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar